————————————-
tulisan ini aku dapat saat blogwalking, lupa link’nya apa.
sekedar informasi, sepupuku satu jurusan ma Elang di IPB sana, cerita sepupuku sosok Elang yang mungil selalu tampak sibuk, sering jalan terburu-buru karena mengejar janji dengan seseorang, tidak pernah tampak dia berjalan santai seperti kebanyakan mahasiswa yang lain. sungguh luar biasa energi dari anak muda ini, berbicara secukupnya selebihnya dia bertindak sesuai apa yang dia rencanakan.
untuk mendapatkan kontaknya, saya tidak bisa… namun mungkin ini ada friendster, semoga saja ini adalah friendster dari sodara Elang.
saya salut, dan respect dengan teman2 yang meluangkan waktu membaca artikel ini, dan terimakasih buat yang telah nulis komentar, dan meminta kontak sodara elang, mohon maaf saya belum bisa memberi kontaknya.
selain belajar dari orang lain, mari kita melangkah satu step ke depan, dengan merencanakan, dan memulai langkah keberhasilan kita… satu motto yang saya percaya, NO PAIN NO GAIN!
————————————-
Pertama kali saya membaca profilnya di majalah Pengusaha yang berjudul
“Kepak Elang Memburu Intan”. Yang membuat saya kagum, statusnya yang masih
mahasiswa berusia 22 tahun, dan sudah memiliki perusahaan beromzet miliaran
rupiah.
Alhamdulillah, dalam satu seminar entrepreneurship, saya bisa bertemu
langsung dengan dia. Sosoknya yang ramah dan rendah hati, serta gaya
berbicara menunjukkan prinsip hidup yang dipegangnya.
Bagaimana kiprahnya dalam menjalankan bisnisnya ?? Saya cari di internet,
akhirnya dapat artikel mengenai profil Elang.. Saya sharing disini saja ya…
*Elang Gumilang, Mahasiswa Bangun Perumahan untuk Orang Miskin Demi
Keseimbangan Hidup*
Selama ini banyak developer yang membangun perumahan namun hanya bisa
dijangkau oleh kalangan menengah ke atas saja. Jarang sekali developer yang
membangun perumahan yang memang dikhususkan bagi orang-orang kecil. Elang
Gumilang (22), seorang mahasiswa yang memiliki jiwa wirausaha tinggi
ternyata memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum kecil yang tidak memiliki
rumah. Meski bermodal pas-pasan, ia berani membangun perumahan khusus untuk
orang miskin. Apa yang mendasarinya?
Jumat sore (28/12), suasana Institut Pertanian bogor (IPB), terlihat
lengang. Tidak ada geliat aktivitas proses belajar mengajar. Maklum hari
itu, hari tenang mahasiswa untuk ujian akhir semester (UAS). Saat Realita
melangkahkah kaki ke gedung Rektorat, terlihat sosok pemuda berperawakan
kecil dari kejauhan langsung menyambut kedatangan Realita. Dialah Elang
Gumilang (22), seorang wirausaha muda yang peduli dengan kaum miskin. Sambil
duduk di samping gedung Rektorat, pemuda yang kerap disapa Elang ini,
langsung mengajak Realita ke perumahannya yang tak jauh dari kampus IPB.
Untuk sampai ke perumahan tersebut hanya membutuhkan waktu 15 menit dengan
menggunakan kendaraan roda empat. Kami berhenti saat melewati deretan rumah
bercat kuning tipe 22/60. Rupanya bangunan yang berdiri di atas lahan 60
meter persegi itu adalah perumahan yang didirikannya yang diperuntukan
khusus bagi orang-orang miskin. Setelah puas mengitari perumahan, Elang
mengajak Realita untuk melanjutkan obrolan di kantornya.
Elang sendiri merupakan anak pertama dari tiga bersaudara pasangan H. Enceh
(55) dan Hj. Prianti (45). Elang terlahir dari keluarga yang lumayan berada,
yaitu ayahnya berprofesi sebagai kontraktor, sedangkan ibunya hanya ibu
rumah tangga biasa. Sejak kecil orang tuanya sudah mengajarkan bahwa segala
sesuatu diperoleh tidak dengan gratis. Orang tuanya juga meyakinkan bahwa
rezeki itu bukan berasal dari mereka tapi dari Allah SWT..
Ketika duduk di bangku Sekolah Dasar Pengadilan 4, Bogor, Elang sudah
mengikuti berbagai perlombaan dan bahkan ia pernah mengalahkan anak SMP saat
lomba cerdas cermat. Karena kepintarannya itu, Elang pun menjadi anak
kesayangan guru-gurunya.
Begitu pula ketika masuk SMP I Bogor, SMP terfavorit di kabupaten Bogor,
Elang selalu mendapatkan rangking. Pria kelahiran Bogor, 6 April 1985 ini
mengaku kesuksesan yang ia raih saat ini bukanlah sesuatu yang instan.
“Butuh proses dan kesabaran untuk mendapatkan semua ini, tidak ada sesuatu
yang bisa dicapai secara instan,” tegasnya. Jiwa wirausaha Elang sendiri
mulai terasah saat ia duduk di bangku kelas 3 SMA I Bogor, Jawa Barat. Dalam
hati, Elang bertekad setelah lulus SMA nanti ia harus bisa membiayai
kuliahnya sendiri tanpa menggantungkan biaya kuliah dari orang tuanya. Ia
pun mempunyai target setelah lulus SMA harus mendapatkan uang Rp 10 juta
untuk modal kuliahnya kelak.
Berjualan Donat. Akhirnya, tanpa sepengetahuan orang tuanya, Elang mulai
berbisnis kecil-kecilan dengan cara berjualan donat keliling. Setiap hari ia
mengambil 10 boks donat masing-masing berisi 12 buah dari pabrik donat untuk
kemudian dijajakan ke Sekolah Dasar di Bogor. Ternyata lumayan juga. Dari
hasil jualannya ini, setiap hari Elang bisa meraup keuntungan Rp 50 ribu.
Setelah berjalan beberapa bulan, rupanya kegiatan sembunyi-sembunyiny a ini
tercium juga oleh orang tuanya. “Karena sudah dekat UAN (Ujian Akhir
Nasional), orang tua menyuruh saya untuk berhenti berjualan donat. Mereka
khawatir kalau kegiatan saya ini mengganggu ujian akhir,” jelas pria
pemenang lomba bahasa sunda tahun 2000 se-kabupaten Bogor ini.
Dilarang berjualan donat, Elang justru tertantang untuk mencari uang dengan
cara lain yang tidak mengganggu sekolahnya. Pada tahun 2003 ketika Fakultas
Ekonomi dan Manajemen IPB mengadakan lomba Java Economic Competion se-Jawa,
Elang mengikutinya dan berhasil menjuarainya. Begitu pula saat Fakultas
Ekonomi Universitas Indonesia (UI) menyelenggarakan kompetisi Ekonomi, Elang
juga berhasil menjadi juara ke-tiga. Hadiah uang yang diperoleh dari setiap
perlombaan, ia kumpulkan untuk kemudian digunakan sebagai modal kuliah.
Setelah lulus SMU, Elang melanjutkan kuliah di Fakultas Ekonomi IPB
(Institut Pertanian Bogor). Elang sendiri masuk IPB tanpa melalui tes SPMB
(Sistem Penerimaan Mahasiswa Baru, red) sebagaimana calon mahasiswa yang
akan masuk ke Perguruan Tinggi Negeri. Ini dikarenakan Elang pernah
menjuarai kompetisi ekonomi yang diadakan oleh IPB sehingga bisa masuk tanpa
tes. Saat awal-awal masuk kuliah, Elang mendapat musibah yang menyebabkan
uang Rp 10 jutanya tinggal Rp 1 juta. Namun Elang enggan memberitahu apa
musibah yang dialaminya tersebut.
Padahal uang itu rencananya akan digunakan sebagai modal usaha. Meski hanya
bermodal Rp 1 juta, Elang tidak patah semangat untuk memulai usaha. Uang Rp
1 juta itu ia belanjakan sepatu lalu ia jual di Asrama Mahasiswa IPB. Lewat
usaha ini, dalam satu bulan Elang bisa mengantongi uang Rp 3 jutaan. Tapi
setelah berjalan beberapa tahun, orang yang menyuplai sepatunya entah kenapa
mulai menguranginya dengan cara menurunkan kualitas sepatunya. Satu per satu
pelanggannya pun tidak mau lagi membeli sepatu Elang. Sejak itu, Elang
memutuskan untuk tidak lagi berjualan sepatu.
Setelah tidak lagi berbisnis sepatu, Elang kebingungan mencari bisnis
apalagi. Pada awalnya, dengan sisa modal uang bisnis sepatu, rencanaya ia
akan gunakan untuk bisnis ayam potong. Tapi, ketika akan terjun ke bisnis
ayam potong, Elang justru melihat peluang bisnis pengadaan lampu di
kampusnya. “Peluang bisnis lampu ini berawal ketika saya melihat banyak
lampu di IPB yang redup. Saya fikir ini adalah peluang bisnis yang
menggiurkan,
strategi Ario Winarsis, yaitu bisnis tanpa menggunakan modal. Ario Winarsis
sendiri awalnya adalah seorang pemuda miskin dari Amerika Latin, Ario
Winarsis mengetahui ada seorang pengusaha tembakau yang kaya raya di
Amerika. Setiap hari, ketika pengusaha itu keluar rumah, Ario Winarsis
selalu melambaikan tangan ke pengusaha itu. Pada awalnya pengusaha itu tidak
memperdulikannya. Tapi karena Ario selalu melambaikan tangan setiap hari,
pengusaha tembakau itu menemuinya dan mengatakan, “Hai pemuda, kenapa kamu
selalu melambaikan tangan setiap saya ke luar rumah?” Pemuda miskin itu lalu
menjawab, “Saya punya tembakau kualitas bagus. Bapak tidak usah membayar
dulu, yang penting saya dapat PO dulu dari Bapak.” Setelah mendengar jawaban
dari pemuda itu, pengusaha kaya itu lalu membuatkan tanda tangan dan stempel
kepada pemuda tersebut. Dengan modal stempel dan tanda tangan dari pengusaha
Amerika itu, pemuda tersebut pulang dan mengumpulkan hasil tembakau di
kampungnya untuk di jual ke Amerika lewat si pengusaha kaya raya itu. Maka,
jadilah pemuda itu orang kaya raya tanpa modal.
Begitupula Elang, dengan modal surat dari kampus, ia melobi ke perusahaan
lampu Philips pusat untuk menyetok lampu di kampusnya. “Alhamdulillah
proposal saya gol, dan setiap penjualan saya mendapat keuntungan Rp 15
juta,” ucapnya bangga.
Tapi, karena bisnis lampu ini musiman dan perputaran uangnya lambat, Elang
mulai berfikir untuk mencari bisnis yang lain. Setelah melihat celah di
bisnis minyak goreng, Elang mulai menekuni jualan minyak goreng ke
warung-warung. Setiap pagi sebelum berangkat kuliah, ia harus membersihkan
puluhan jerigen, kemudian diisi minyak goreng curah, dan dikirim ke
warung-warung Pasar Anyar, serta Cimanggu, Bogor. Setelah selesai mengirim
minyak goreng, ia kembali ke kampus untuk kuliah. Sepulang kuliah, Elang
kembali mengambil jerigen-jerigen di warung untuk diisi kembali keesokan
harinya. Tapi, karena bisnis minyak ini 80 persen menggunakan otot, sehingga
mengganggu kuliahnya. Elang pun memutuskan untuk berhenti berjualan. “Saya
sering ketiduran di kelas karena kecapain,” kisahnya.
Elang mengaku selama ini ia berbisnis lebih banyak menggunakan otot dari
pada otak. Elang berkonsultasi ke beberapa para pengusaha dan dosennya untuk
minta wejangan. Dari hasil konsultasi, Elang mendapat pencerahan bahwa
berbisnis tidak harus selalu memakai otot, dan banyak peluang-peluang bisnis
yang tidak menggunakan otot.
Setelah mendapat berbagai masukan, Elang mulai merintis bisnis Lembaga
Bahasa Inggris di kampusnya. “Bisnis bahasa Inggris ini sangat prospektif
apalagi di kampus, karena ke depan dunia semakin global dan mau tidak mau
kita dituntut untuk bisa bahasa Inggris,” jelasnya. Adapun modalnya, ia
patungan bersama kawan-kawannya. Sebenarnya ia bisa membiayai usaha itu
sendiri, tapi karena pegalaman saat jualan minyak, ia memutuskan untuk
mengajak teman-temannya. Karena lembaga kursusnyanya ditangani secara
profesional dengan tenaga pengajar dari lulusan luar negeri, pihak Fakultas
Ekonomi mempercayakan lembaganya itu menjadi mitra.
Karena dalam bisnis lembaga bahasa Inggris Elang tidak terlibat langsung dan
hanya mengawasi saja, ia manfaatkan waktu luangnya untuk bekerja sebagai
marketing perumahan. “Saya di marketing tidak mendapat gaji bulanan, saya
hanya mendapatkan komisi setiap mendapat konsumen,” ujarnya.
Bangun Rumah Orang Miskin. Di usianya yang relatif muda, pemuda yang tak
suka merokok ini sudah menuai berbagai keberhasilan. Dari hasil usahanya itu
Elang sudah mempunyai rumah dan mobil sendiri. Namun di balik
keberhasilannya itu, Elang merasa ada sesuatu yang kurang. Sejak saat itu ia
mulai merenungi kondisinya. “Kenapa kondisi saya begini, padahal saya di IPB
hanya tinggal satu setengah tahun lagi. Semuanya saya sudah punya, apalagi
yang saya cari di dunia ini?” batinnya.
Setelah lama merenungi ketidaktenangannya itu, akhirnya Elang mendapatkan
jawaban. Ternyata selama ini ia kurang bersyukur kepada Tuhan. Sejak saat
itulah Elang mulai mensyukuri segala kenikmatan dan kemudahan yang diberikan
oleh Tuhan. Karena bingung mau bisnis apalagi, akhirnya Elang shalat
istikharah minta ditunjukkan jalan. “Setelah shalat istikharah, dalam tidur
saya bermimpi melihat sebuah bangunan yang sangat megah dan indah di
Manhattan City, lalu saya bertanya kepada orang, siapa sih yang membuat
bangunan megah ini? Lalu orang itu menjawab, “Bukannya kamu yang membuat?”
Setelah itu Elang terbangun dan merenungi maksud mimpi tersebut. “Saya pun
kemudian memberanikan diri untuk masuk ke dunia properti,” ujarnya.
Pengalaman bekerja di marketing perumahan membuatnya mempunyai pengetahuan
di dunia properti. Sejak mimpi itu ia mulai mencoba-coba ikut berbagai
tender. Tender pertama yang ia menangi Rp 162 juta di Jakarta yaitu
membangun sebuah Sekolah Dasar di daerah Jakarta Barat. Sukses menangani
sekolah membuat Elang percaya diri untuk mengikuti tender-tender yang lebih
besar. Sudah berbagai proyek perumahan ia bangun.
Selama ini bisnis properti kebanyakan ditujukan hanya untuk orang-orang kaya
atau berduit saja. Sedangkan perumahan yang sederhana dan murah yang
terjangkau untuk orang miskin jarang sekali pengembang yang peduli. Padahal
di Indonesia ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Apalagi
rumah juga merupakan kebutuhan yang sangat primer. Sebagai tempat berteduh
dan membangun keluarga. “Banyak orang di Indonesia terutama yang tinggal di
kota belum punya rumah, padahal mereka sudah berumur 60 tahun, biasanya
kendala mereka karena DP yang kemahalan, cicilan kemahalan, jadi sampai
sekarang mereka belum berani untuk memiliki rumah,” jelasnya.
Dalam hidupnya, Elang ingin memiliki keseimbangan dalam hidup. Bagi Elang,
kalau mau kenal orang maka kenalilah 10 orang terkaya di Indonesia dan juga
kenal 10 orang termiskin di Indonesia. Dengan kenal 10 orang termiskin dan
terkaya, akan mempunyai keseimbangan dalam hidup, dan pasti akan melakukan
sesuatu untuk mereka. Melihat realitas sosial seperti itu, Elang terdorong
untuk mendirikan perumahan khusus untuk orang-orang ekonomi ke bawah. Maka
ketika ada peluang mengakuisisi satu tanah di desa Cinangka kecamatan
Ciampea, Elang langsung mengambil peluang itu. Tapi, karena Elang tidak
punya banyak modal, ia mengajak teman-temannya yang berjumlah 5 orang untuk
patungan. Dengan modal patungan Rp 340 juta, pada tahun 2007 Elang mulai
membangun rumah sehat sederhana (RSS) yang difokuskan untuk si miskin
berpenghasilan rendah. Dari penjualan rumah yang sedikit demi sedikit itu.
Modalnya Elang putar kembali untuk membebaskan lahan di sekitarnya. Rumah
bercat kuning pun satu demi satu mulai berdiri.
Elang membangun rumah dengan berbagai tipe, ada tipe 22/60 dan juga tipe
36/72. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan 60 meter persegi tersebut
ditawarkan hanya seharga Rp 25 juta dan Rp 37 juta per unitnya. “Jadi, hanya
dengan DP Rp 1,25 juta dan cicilan Rp 90.000 ribu per bulan selama 15 tahun,
mereka sudah bisa memiliki rumah,” ungkapnya.
Karena modalnya pas-pasan, untuk media promosinya sendiri, Elang hanya
mengiklankan di koran lokal. Karena harganya yang relatif murah, pada tahap
awal pembangunan langsung terjual habis. Meski harganya murah, tapi
fasilitas pendukung di dalamnya sangat komplit, seperti Klinik 24 jam,
angkot 24 jam, rumah ibadah, sekolah, lapangan olah raga, dan juga dekat
dengan pasar. Karena rumah itu diperuntukkan bagi kalangan ekonomi bawah,
kebanyakan para profesi konsumennya adalah buruh pabrik, staf tata usaha
(TU) IPB, bahkan ada juga para pemulung.
Sisihkan 10 Persen. Dengan berbagai kesuksesan di usia muda itu, Elang tidak
lupa diri dengan hidup bermewah-mewahan, justru Elang semakin mendekatkan
diri kepada Tuhan. Salah satu wujud rasa syukur atas nikmatnya itu, dalam
setiap proyeknya, ia selalu menyisihkan 10 persen untuk kegiatan amal. “Uang
yang 10 persen itu saya masukkan ke BMT (Baitul Mal Wa Tanwil/tabungan)
pribadi, dan saya alokasikan untuk membantu orang-orang miskin dan orang
yang kurang modal,” bebernya. Bagi Elang, materi yang saat ini ia miliki ada
hak orang miskin di dalamnya yang musti dibagi. Selain menyisihkan 10 persen
dari hasil proyeknya, Elang juga memberikan sedekah mingguan, bulanan, dan
bahkan tahunan kepada fakir miskin.
Bagi Elang, sedekah itu tidak perlu banyak tapi yang paling penting adalah
kontinuitas dari sedekah tersebut. Meski jumlahnya kecil, tapi jika
dilakukan secara rutin, itu lebih baik daripada banyak tapi tidak rutin.
Elang sendiri terbilang sebagai salah satu sosok pengusaha muda yang sukses
dalam merintis bisnis di tanah air. Prestasinya patut diapresiasi dan
dijadikan suri tauladan bagi anak-anak muda yang lain. Bagi Elang, semua
anak muda Indonesia bisa menjadi orang yang sukses, karena kelebihan manusia
dengan ciptaan mahkluk Tuhan yang lain adalah karena manusia diberi akal.
Dan, ketika manusia lahir ke dunia dan sudah bisa mulai berfikir, manusia
itu seharusnya sudah bisa mengarahkan hidupnya mau dibawa kemana. “Kita
hidup ibarat diberi diary kosong. Lalu, tergantung kitanya mau mengisi
catatan hidup ini. Mau hura-hurakah? Atau mau mengisi hidup ini dengan
sesuatu yang bermanfaat bagi yang lain,” ucapnya berfilosof. Ketika
seseorang sudah bisa menetapkan arah hidupnya mau dibawa kemana, tinggal
orang itu mencari kunci-kunci kesuksesannya, seperti ilmu dan lain
sebagainya.
Menjaga Masjid. Adapun kunci kesuksesan Elang sendiri berawal dari perubahan
gaya hidupnya saat kuliah semester lima. Pada siang hari, Elang bak singa
padang pasir. Selain kuliah, ia juga menjalankan bisnis mencari
peluang-peluang bisnis baru, negosiasi, melobi, dan sebagainya. Namun ketika
malam tiba, ia harus menjadi pelayan Tuhan, dengan menjadi penjaga Masjid.
“Setiap malam dari semester lima sampai sekarang saya tinggal di Masjid yang
berada dekat terminal Bogor. Dari mulai membersihkan Masjid, sampai
mengunci, dan membukakan pintu pagar untuk orang-orang yang akan shalat
Shubuh, semua saya lakukan,” ujarnya merendah.
Elang mengaku ketika menjadi penjaga Masjid ia mendapat kekuatan pemikiran
yang luar biasa. Bagi Elang, Masjid selain sebagai sarana ibadah, juga
tempat yang sangat mustajab untuk merenung dan memasang strategi. “Dalam
halaman masjid itu juga ada pohon pisang dan di sampingnya gundukan tanah.
Saya anggap itu adalah kuburan saya. Ketika saya punya masalah saya merenung
kembali dan kata Nabi, orang yang paling cerdas adalah orang yang mengingat
mati,” ujarnya.
Ikut Lomba Wirausaha Muda Mandiri Karena Tukang Koran “Ghaib”
Elang semakin dikenal khalayak luas ketika berhasil menjadi juara pertama di
ajang lomba wirausaha muda mandiri yang diadakan oleh sebuah bank belum lama
ini. Keikutsertaan Elang dalam lomba tersebut sebenarnya berkat informasi
dari koran yang ia dapatkan lewat tukang koran “ghaib”. Kenapa “ghaib”?,
sebab setelah memberi koran, tukang koran itu tidak pernah kembali lagi
padahal sebelumnya ia berjanji untuk kembali lagi.
Peristiwa aneh itu terjadi saat ia sedang mencuci mobil di depan rumahnya.
Tiba-tiba saja ada tukang koran yang menawarkan koran. Karena sudah
langganan koran, Elang pun menolak tawaran tukang koran itu dengan
mengatakan kalau ia sudah berlangganan koran. Tapi anehnya musti sudah
mengatakan demikian, si tukang koran itu tetap memaksa untuk membelinya,
karena elang tidak mau akhirnya si tukang koran itu memberikan dengan
cuma-cuma kepada elang dan berjanji akan kembali lagi keesokan harinya.
Karena diberi secara cuma-cuma, akhirnya Elang pun mau menerimanya.
Setelah selesai mencuci mobil, Elang langsung menyambar koran pemberian
tukang koran tadi. Setelah membaca beberapa lembar, Elang menemukan satu
pengumuman lomba wirausaha muda mandiri. Merasa sebagai anak muda, ia
tertantang untuk mengikuti lomba tersebut. Elang pun membawa misi bahwa
wirausaha bukan teori melainkan ilmu aplikatif. Saat lolos penjaringan dan
dikumpulkan di Hotel Nikko Jakarta, Elang bertemu dengan seorang Bapak yang
anaknya sedang sakit keras di pinggir jalan bundaran Hotel Indonesia. Elang
merasa ada dua dunia yang sangat kontras, di satu sisi ada orang tinggal di
hotel mewah dan makan di restoran, tapi di sisi lain ada orang yang tinggal
di jalanan. Akhirnya, pada malam penganugerahan, tim juri memutuskan
Elanglah yang menjadi juaranya. Padahal kalau diukur secara omset,
pendapatannya berbeda jauh dengan para pengusaha lainnya.
Dari Juara I Wirausaha itu, Elang membawa hadiah sebesar Rp 20 juta,
ditambah tawaran kuliah S2 di Universitas Indonesia. Melalui lomba itu,
terbukalah jalan cerah bagi Elang untuk menapaki dunia wirausaha yang lebih
luas.
Ingin Membawahi Perusahaan yang Mempekerjakan 100 Ribu Orang
Perjalanan Elang dalam merintis bisnis properti, tidak selamanya berjalan
mulus. Pada awal-awal merintis bisnis ini, ia banyak sekali mengalami
hambatan, terutama ketika akan meminjam modal dari Bank. Sebagai mahasiswa
biasa, tentunya perbankan merasa enggan untuk memberikan modal. Padahal,
prospek bisnis properti sangat jelas karena setiap orang pasti membutuhkan
rumah. “Beginilah jadi nasib orang muda, susah orang percaya. Apalagi
perbankan. Orang bank bilang lebih baik memberikan ke tukang gorengan
daripada ke mahasiswa,” ungkapnya.
Meski sering ditolak bank pada awal-awal usahanya, Elang tidak pernah patah
semangat untuk berbisnis. Baginya, kalau bank tidak mau memberi pinjaman,
masih banyak orang yang percaya dengan anak muda yang mau memberi pinjaman.
Terbukti dengan hasil jerih payahnya selama ini sehingga bisa berjalan.
Ada banyak impian yang ingin diraih Elang, di antaranya membentuk organisasi
Maestro Muda Indonesia dan membawahi perusahaan yang mempekerjakan karyawan
100 ribu orang. Motivasi terbesar Elang dalam meraih impian tersebut adalah
ingin menjadi tauladan bagi generasi muda, membantu masyarakat sekitar, dan
meraih kemuliaan dunia serta akhirat.

are u sure ??? ario winarsis itu dari amerika selatan ??? nama nama di amerika selatan bukannya biasanya menggunakan hugo, lutardo, dll.. dan g mungkin pake huruf W….
Pengusaha kaya dengan karyawan 100 ribu tapi namanya ga ada di google ? ato si Elang itu nama samaran ?
By: deddyadrian on June 18, 2008
at 2:12 pm
wah bro itu juga yang tak selidiki…. setauku sih onasis gitu namanya… pernah baca di buku Robert T. Kiyosaki. Di situ Ario Winarsis, aku ambil dari source artikel dari net.. hehehe CMIIW…
By: greensand on June 18, 2008
at 2:46 pm
bagaimana sy bisa kenal lebih dekat dgn elang gumilang,krn sy punya obsesi bagaimana sy bisa memberikan informasi perluang usaha kepada mahasiswa seluruh indonesia,www.beckhy.blogspot.com
By: beky on June 28, 2008
at 2:47 pm
Ya gimana caranya bisa kenalan langsung dg sdr Elang ? sangat- sangat tertarik saya membaca kisah ini.bisnis saya masih kecil-kecilan walau umur jauh diatas( lebih tua ) tapi bisnis masih jauh dibawah. ok.thanks atas bantuannya.
By: IRSYADANI on July 17, 2008
at 6:36 am
Salut dgn sdr Elang .. tetap semangat ya ..
sama sama kita berjuang mewujudkan cita cita membantu orang susah
Best Regards
Inu Arya A
http://www.butik-ceria.com
Grosir Sprei-Kaos-Handuk Online
By: Inu Arya A on July 21, 2008
at 8:09 am
Aku pengin banget bisa kontak langsung sama kak Elang,krn banyak banget yang pengin aku tanyain ke kak Elang meskipun aku msh mahasiswa tingkat 1 di IPB.Aku juga pengin jadi pengusaha sukses seperti kak Elang.OK,Thankz
By: DEPTA on July 29, 2008
at 9:19 am
[...] Hmm…..bukan masalah siapa yg lebih dulu (postingan atau artikel tabloid), tapi mudah-mudahan cerita hidup Elang Gumilang bisa memotivasi diri kita agar lebih bersemangat lagi mencapai cita-cita. Oke deh silahkan dibaca postingan yg diambil dari greensand.wordpress.com. [...]
By: Learn to live with love, angry, and smile….. :: Elang Gumilang: Mahasiswa Beromzet 17 Miliar :: August :: 2008 on August 20, 2008
at 3:20 pm
he he he, nyang betul tuh ARI ONNASIS aka ARISTOTELES ONASSIS.itu tuh si raja kapal tanker yang sempat nikah dengan janda JF Kennedy yaitu mrs.Jacqueline Kennedy alias Jackie Kennedy.
By: bayu on August 21, 2008
at 11:55 pm
elang gumilang mahasiswa bogor kakak kelas saya, pernah mengadakan seminar usaha.
orangnya agak kaku kalo bicara dan itu memang ciri khasnya.
dia lulusan smun1 bogor.
ingin kenal dengan elang???
datang aja kekampusnya
By: farhan on August 23, 2008
at 3:11 pm
subhanallah…!!
smoga antum menjadi seorang muslim yang darmawah
By: saprudi on August 24, 2008
at 1:51 am
selamat
By: adjay on September 3, 2008
at 8:46 pm
selamat ya
By: adjay on September 3, 2008
at 8:48 pm
huh…salut ak denger critanya!!!
Mudah2an crita ini dapat memotivasi diriku sendiri maupun seluruh anak muda di indonesia,,,AMIEN
By: arman19 on October 9, 2008
at 2:24 pm
salut buat para fans Rosulloh Muhammad sholallohu’alaihi wasallam
ada yang tau website or blog Elang g? buat pupuk inspirasi motivasiku
Thanx.
By: Rifqi on October 22, 2008
at 8:42 am
salut Buat Elang Mudah2an saya bisa seperti dia.
ada yang tau gak pemerintah ngasi subsidi per rumah berapa ya?
trus kalau rumah bersubsi kenapa ada orang kaya yang beli?
aku hitung2 dp 1,25 juta deng cicilan 90 ribu per bulan selama 15 thn jatuhnya 17 juta 450 ribu jadi sisanya di subsidi ya
By: made on October 22, 2008
at 4:25 pm
paling ga kita bisa ambil sisi positif dari beliau.. meskipun usianya lebih muda dari saya, namun saya salut dan kagum.. Ini bisa menjadi inspirasi kita yang lebih tua, yang muda saja bisa berbuat sesuatu dan bermanfaat bagi khalayak..amiin.. semoga di lancarkan jalannya..
By: mahmud on October 22, 2008
at 5:58 pm
gud posting… sangat inspiratif dan menggugah…
Ijin untuk Saya copy di blog saya ya Bos..
andikabayuherbowo.wordpress.com
By: andikabayuherbowo on October 24, 2008
at 7:48 am
subhanallah,walhamdulillah,Allahuakbar,semoga akan lebih banyak lagi pengusaha muslim yang sukses seperti elang,juga termasuk antum ang baca dan ana yang ngetik.Amiiin……….
yuk bareng-bareng kita berdoa dan saling mendoakan…
By: suhendra on October 24, 2008
at 1:42 pm
[...] Elang Gumilang: Mahasiswa beromzet Miliaran Cerita ini sangat inspiratif, sangat menggugah… Cerita nya ku kopi dari ini [...]
By: Elang Gumilang: Mahasiswa beromzet Miliaran « Andika Bayu Herbowo Blogs on October 25, 2008
at 11:27 am
AKU PINGIN BELI RUMAH SEPERTI ITU, MANA ALAMATNYA YA ??????
By: PRABOWO on October 28, 2008
at 9:55 am
wahh crita yang sangat memberi inspirasi..
klo boleh tau cara kontak langsungnya dengan elang gmn yah
By: dina on October 28, 2008
at 11:09 pm
Setelah membaca Artikel ini, akhirnya hati saya terbuka dana saya sadar bahwa keberhasilan tidak akan kita dapatkan jika kita hanya bermalas – malasan saja.
Terima kasih.
By: misdie on November 1, 2008
at 9:58 am
Alhamdulillah..
Hari gini ada anak muda yang ilmunya mengikuti tunutunan Rasul Muhammad SAW
aku doakan semoga semakin banyak manusia yang terbantu dengan adanya kamu : ELANG: didunia ini
semoga hidupmu berokah
http://www.viral-marketing.co.nr
By: ryarif on November 9, 2008
at 10:56 am
KEREN JUGA SI ELANG………
Kalah niy…… krn kbanyakan rencana aja sih, realisasinya
blum ada.. mulainya takutt… huffft..
Artikel yg keren buat memotivasi para gejolak muda..
drpd nongkrong,gosip,madat..
mending contoh dek ELANG..
By: lusy on November 10, 2008
at 2:39 pm
moga2 ada elang2 yg lain…saluut
By: batam OnlineShop on November 15, 2008
at 10:29 pm
aku kalah nih he he salut buat ELANG akan ku jadikan dirimu sebagai motifator dalam mengejar impianku yang muda aja bisa yang tua harus lebih bisa HE HE
ayo yang muda kita berlomba dengan SI ELANG jangan jadi penonton
By: salikun_9 on November 25, 2008
at 7:34 pm
anda mau kaya bang elang???
join bersama kita di maestro.
pembinanya langsung bang elang.
maestromuda@yahoogroups.com
By: reza on November 28, 2008
at 10:48 am
beneran tuh ceritanya
By: ruly on December 4, 2008
at 12:04 pm
Bener atuh, lom pernah liat di tivi ato internet ya bang??
By: greensand on December 4, 2008
at 12:45 pm
salut sama kang elang
gayanya sederhana dan sama skali ga mentingin mode..
saya bangga bisa jabat tangannya dan sempet ngobrol sama dia
By: amalia santhika on December 4, 2008
at 10:31 pm
saya mrinding baca kisah elang,selamat yah. saya minta alamat&no.tel perumahan yg elang bangun apa stock nya masih ada? saya ada teman ingin punya rumah tapi penghasilannya minim skali,rims
By: nurul on December 11, 2008
at 8:38 am
wah! salut untuk saudara Elang yg memberikan saya motivasi dan pencerahan dalam hidup, saya sendiri seorang mahasiswa yang ingin sekali berusaha mandiri, pagi tadi saya melihat saudara Elang di O Channel dan saya kagum mendengar kegigihannya dalam berusaha, NO PAIN NO GAIN!!
Sukses Selalu
Untuk Elang Gumilang!
By: elvin on December 11, 2008
at 3:26 pm
Wah…, pengen juga belajar dari pak Elang Gumilang…!!! BTW, perusahaan (badan-hukum) pak Elang untuk mencapai 17M apa ya…??? ada yang bisa kasih info tsb ke saya.
Trims n salam, BUDI Rachmat
- http://www.WealthStrategyAlaKIYOSAKI.com
- “KAYA ala KIYOSAKI” di http://budirachmat.wordpress.com
- Forum Richdad.com di http://www.richdad.com/Forum/forum.aspx?g=posts&t=213770
By: Budi Rachmat on December 23, 2008
at 9:37 am
top..semoga diberkahi dan menginspirasi kawan semua,doakan saya ya..saya juga lagi belajar bisnis kecil2 an..
By: rudianto on December 31, 2008
at 12:26 am
masyaalloh,,,semoga selalu diberikan kemudahan dalam membantu org” yang teraniaya,,, sebuah kisah yg kita jdikan pelajaran yang berharga,,,
By: achim on January 3, 2009
at 11:29 am
masyaalloh,,,semoga selalu diberikan kemudahan dalam membantu org” yang teraniaya,,, sebuah kisah yg kita jdikan pelajaran yang berharga,,,
By: rara on January 3, 2009
at 11:32 am
cita-citaku juga pingin jadi pengusaha… tapi… aku gak seberani k.elang… bisa contact langsung gak ya??
By: vera on January 3, 2009
at 6:41 pm
Subhanalloh..
http://pengetahuan.co.nr
By: sofyan on January 5, 2009
at 4:28 pm
assalamualaikum..
mas elang patut dijadi’in contoh
yg baek bt kehidupan lebih baek..
motivator yng bagz..
mnambah semangat nuat kami yng masih berjiwa muda..
barrakallah hufiks..
By: iffa on January 6, 2009
at 11:32 am
Jadilah pengusaha muda muslim mandiri seperti kak elang, kak elang tlng berikan resepnya utk memulai dan merintis usaha agribisnis, thanks selamat buat kak elang maju terus dan pantang mundurrr kami selalu mendukungmu, ok!
By: alie_unsoed on January 7, 2009
at 7:18 pm
Wah, terima kasih informasi, sangat bermanfaat tentang si “Pengusaha Muda”. ketika sempat searching, ternyata beliau punya organisasi, namanya Maestro Muda Indonesia , web nya di http://www.maestromuda.org
By: elzen on January 28, 2009
at 11:20 pm
Elang memang punya bakat alami sebagai seorang entrepreneur sukses..
Dia punya segala syarat yang dibutuhkan seorang entrepereneur..
1. Punya energi yang berlebih..
2. Selalu optimis..
3. Mumpuni dalam hal negosiasi..
4. Punya segudang ide kreatif
5. Visoner, dengan memperhatikan segala aspek, dan mampu membuat langkah2 praktis dalam mewujudkan keinginannya.
6. Tenang dalam menghadapi persoalan
7. Supel, ramah, dan mampu memimpin dan menyatukan rekan2-nya.
8. Sangat jeli dalam melihat peluang..
Salah satu kehebatan elang terletak kepada cara memandang sebuah permasalahan..
kadang saya bingung, bagaimana dia bisa mengatakan sebuah bisnis yang sangat beresiko sebagai sebuah bisnis yang menggiurkan..
Sebuah rencana pragmatis yang buruk untuk jangka panjang, dibilang great planning..
Optimisnya kadang keterlaluan.. sehingga tidak jarang dia dipusingkan dengan planningnya yang salah perhitungan..
elang itu antara sederhana, irit, atau justru pelit..
Dan menyukai hal2 yang bersifat jihad, sinterklaas dan mistis.. (yang satu ini bikin kami betah ngobrol sampai larut malam)
salah satu impiannya adalah menjadi sinterklaas bagi orang2 miskin..
Cara berfikirnya yang unik, dan yang ngga ordinary, kadang bikin teman2 dekatnya geleng2 kepala..
Tapi yang pasti elang itu dalam bisnis adalah seorang single fighter…
Setahun yang lalu dia masih ngga bagus kalo joinan..
Bisnis saya bareng elang ga sukses.. malah masalah terus..
ga jarang malah kami jadi sering bertengkar..
tapi dari situ, kami bisa mengambil pelajaran..
Bahwa jika mau berbisnis, terjunlah ke bidang yang kita sukai, dan carilah orang sukses di bidang tersebut untuk dijadikan mentor..
dari situ akhirnya elang memutuskan untuk berbisnis di bidang properti dan saya di bidang kuliner..
Lang.. pinjemin modal dong…
By: patih on January 30, 2009
at 7:37 pm
salam…
terima kasih Bos.Saya sudah memiliki Rumah dan tinggal di sana. Griya Salak Endah Tipe 22/60. saya berharap segala fasilitas seperti Jalan, Listik, Musholah, dan taman. kira-kira pasti di bangunkan….. trutama jalan.
By: bambang andri yanto on February 10, 2009
at 10:28 am
Ass Wr Wb…
saya keluarga muda yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri…….. di daerah bogor… kira-kira ada yang bisa di kontak ga ya?
By: Jaka on February 23, 2009
at 6:33 pm
[...] Sumber 23th, arga21.com, bisnis, Elang Gumilang, Kisah Sukses, milyuner [...]
By: FEForum The Intellectual Community » Elang Gumilang Milyuner Muda umur 23 th on February 26, 2009
at 12:45 pm
[...] Sumber [...]
By: Elang Gumilang Milyuner Muda umur 23 th « Belajar Komputer Lintas Media,Serba-serbi Isi Bumi. on February 27, 2009
at 10:27 am
are u sure ??? ario winarsis itu dari amerika selatan ??? nama nama di amerika selatan bukannya biasanya menggunakan hugo, lutardo, dll.. dan g mungkin pake huruf W….
———————–
iya sptnya bukan ario winarsis, mungkin aristotles onasis…soalnya pernah lihat biografinya di metro tv
Pengusaha kaya dengan karyawan 100 ribu tapi namanya ga ada di google ? ato si Elang itu nama samaran ?
———————————–
maksudnya, dia itu punya VISI spt itu…..
By: koben on February 27, 2009
at 7:25 pm
[...] Sumber : http://feforum.co.cc/?p=26 [...]
By: Elang Gumilang Milyuner Muda umur 23 tahun « bitnetcomunity’s Blog on March 14, 2009
at 4:28 pm
wah saluut banget sama kak elang gumilang, semangatnya patut dicontoh. Dia lah orang yang mampu merubah pemikiran para pemuda indonesia “Pemuda pencari kerja menjadi pemuda pencipta lapangan kerja”. Semoga Pemuda indonesia termotivasi setelah membaca artikel ini. Amiiiiii…….n
Sukses terus ya buat kak elang
By: wina kurniawati on April 20, 2009
at 10:38 am
semoga elang lebih sukses lagi & tetap semangat
By: ridwal on May 1, 2009
at 1:20 am
luar biasa Elang!!
salut… harus belajar banyak dari dia..
By: cHa on May 3, 2009
at 3:41 pm
SUBKHANALLOH……..Maha suci Alloh yang telah menciptakan hambanya seperti ELANG,mudah-mudahan di Indonesia ini semakin banyak bermunculan elang-elang yang lain yang bisa mengangkat negara kita dari keterbelakangan dan kemiskinan…..Amin
By: Thoyyibun on May 14, 2009
at 4:45 pm
kabar gembira..!
informasi penting bisnis online…!
datanglah ke website kami..
www. bisnis – cihuy. co. cc (tulisan websitenya dirapatkan)
bukan MLM..
bukan bisnis tipu-tipu…!
jelas ada kantor&LAB nya..
klik website untuk lebih lanjut..
terima kasih..
By: Sarah cantiex on May 19, 2009
at 8:36 pm
Sangat inspiratif..saya ingin sekali bs bertemu lngsung dgn kak elang..saya ingin share lbh bnyk dlm berbagi pengalaman wirausaha..
Saya percaya,memang benar bahwa akan selalu ada senyum yg menghapus tanggis..dan selalu ad kesuksesn yang menggantikan kerja keras..
Dan saya rasa,kak elang sudah mengalami hal it..
Semangat y bwt qt smw..
^^
Salam kenal rima buat kak elang..
By: rima khairani on May 25, 2009
at 9:52 am
Semoga semakin sukses…
Buat Kak Elang Gumilang , prinsip yang kakak pegang patut jadi panutan. Memang semua yang kita inginkan gak pernah terjadi dengan instan dan sosok kak Elang adalah inspirator saya….
By: desy on May 26, 2009
at 6:47 pm
[...] ini berawal dari keinginan penulis untuk dapat merealisasikan keinginan, mimpi setelah membaca tulisan mengenai sdr. Elang Gumilang yang telah sukses dalam bidang property sehingga memenangkan penghargaan wirausahawan muda [...]
By: Belajar Bisnis Property Secara Online! on June 4, 2009
at 7:59 pm
heboh dan hebat
By: payroll,acounting,point of sales, inventory , perpustakaan on July 1, 2009
at 6:09 pm
mantap lang jadi pengen
By: TRI WAHYUDI on July 5, 2009
at 11:26 pm
Wuh dahsyat,muantap
smga akan banyak muncul lagi elang2 yg baru
thnx bgt artikelnya ToP bGt
By: Tarsito on August 1, 2009
at 2:48 pm
wah kak elang hebat banget jujur aku termotivasi banget saat denger dia menceritakan pengalaman hidupnya ,,,
dia bisa sehebat itu karena dia mampu keluar dari ketakutan dan berani untuk mencoba dan mengambil resiko…
dia adalah sosok yang benar-benar nyaris sempurna sungguh aku salut banget sama kakak.. kalo bisa aku pengen bisa kayak kaka…
aku pengen mencoba kayak kakak..
mencoba untuk bisa sesempurna mungkin menampilkan yang terbaik yang bisa kita lakukan..
kakak satu-satunya orang yang paling memiliki aura dan kharismatik yang tinggi.. salam success bwt kaka..
semoga kaka bisa tambah success dan harus success karena banyak doa yang menyertai kaka…
By: chaa_jannah on August 6, 2009
at 1:44 pm
[...] sumber:http://greensand.wordpress.com/2008/06/17/belajar-dari-elang-gumilang-mahasiswa-beromzet-17-milyar/ [...]
By: Elang Gumilang – mahasiswa beromzet milyaran « The Fresh Inspiration on August 8, 2009
at 1:09 pm
Assalamu’alaikum tolong sampaikan pada Akhi elang , titilah manhaj Ahlusunnah Wal jamaah ..
By: rahmatfajri86 on August 15, 2009
at 2:44 pm
salutttttt, abissss jadi sadarrrrr, untuk terus berjuANG
By: ANWAR on August 22, 2009
at 10:37 am
Subhanallah ya ‘Lang…..
Fans nya bnyk bgt….
Jd mikir, kok ga bs yak jd sebaik antum…hehe
Salam dr TBR..
-Danil ; you must remember me-
By: danil on August 23, 2009
at 2:15 pm
Elang adlah satu contoh terbaik pemuda Indonesia, semoga jiwa elang-elang yang baru akan segera lahir. Bersama kita pasti bisa membawa Indonesia serta masyarakatnya jauh lebih baik. Tetap semangat friends
By: Abdurrahman bin Auf on August 25, 2009
at 3:47 pm
Good Performance for Elang Gumilang
Sebuah contoh idealisme yg tinggi dari seorang anak muda. Sinergi yg tumbuh dari religi dan sosial, berhasil mengangkat seorang elang menjadi manusia yg dahsyat.
- Salam Kebaikan -
By: Arya on August 29, 2009
at 3:34 pm
saya salut sekali sama elang,,,,
mksih atas motivasi, elang pemuda sukses indonesia,,
dia patut menjadi panutan para pemuda khususnya.
By: maftuhah on September 4, 2009
at 12:51 pm
Saya pingin belajar berwirausaha dari kang Elang..
khususnya bidang property. Saya lulusan tehnik arsitektur, namun belum mengerti apa2 untuk menjadi entrepreneur khususnya menjadi developer.
Saya ada kesempatan untuk mengembangkan tanah sebesar 1600m2 di daerah Pondok Gede, Jati Warna, dan berencana dikembangkan untuk perumahan kalangan menengah kebawah.
Klo bisa saya minta contact atau emailnya kang Elang biar saya bisa ngobrol2 mengenai rencana saya itu.
Terima Kasih
dana031286@yahoo.com
By: dana on September 15, 2009
at 10:55 am
Penuh inspiratif, beberapa kawan saya kenal dengan beliau…mantap
By: Yogi on October 8, 2009
at 4:14 pm
saya harus banyak belajar dari elang, saluut, two tumbs up
By: syuba on October 15, 2009
at 3:51 pm
salut tuk akhi elang, antum mampu berbisnis properti hingga sukses, tapi jangan lupa jika sudah untung melimpah zakat dan infaqnya ya biar berkah gitu…. insyaAlloh an mau sedang merintis juga bisnis ini.. karena bisnis lainnya sudah ana coba… sekarang ana sedang proses pembebasan tanah sawah 1h tuk perumahan, karena baru mulai jadi mohon doanya ya sekaligus saran dan masukan berikut motivasinya.. bagi ikwah fillah yang ingin gabung tafadhal ana tunggu… sukran jazakalloh
By: abad on October 17, 2009
at 4:37 pm
SAluut..mau tanya..Rumah Sehat Sederhananya berlokasi dimana trus masih ada unit yang tersisa ga..?
By: F47RI on October 19, 2009
at 4:36 pm
ur inspired:)
By: antika carmanita on October 21, 2009
at 7:05 pm