Posted by: greensand | November 13, 2007

Pejuang Devisa Indonesia, di Hongkong

Kalo gambar di atas muncul, ya silahkan diperhatikan, kalo nggak muncul lihat disini. Tanpa ada maksut berlebihan, namun ingin menampilkan sebuah potret kehidupan yang terjadi di luar sana. Ada beberapa tulisan di JawaPos yang cukup menggelitik tentang kondisi para Pejuang Devisa Indonesia (baca, TKW) selain kondisi mengenaskan banyak dari mereka yang mengalami penyiksaan, tidak dibayar gajinya, sampe ada yang meninggal. Nah di sini aku nggak ingin menyoroti hal-hal tersebut di atas, karena kondisi di sini pun nggak jauh beda🙂 Jadi lebih baik dilihat sisi baiknya, betapa TKW juga banyak yang menikmati kehidupan yang menyenangkan di negeri orang. Dimana lebih bisa berexpresi, tampil modif, gaya hidup seperti selebritis, mengenal IT (banyak loh yang chatting, webcam, nulis friendster dan blog) yang kemungkinan nggak mereka nikmati semasa di daerah.

Klip tadi bisa menunjukkan hal-hal yang aku sebutin tadi. Kenapa para Pejuang Devisa itu lebih menikmati hidup mereka di sana? (ya kalo ngga terganjal dengan cara masuk ilegal, majikan yang jahat… )

Cuman yang jadi keprihatinan, kenapa mereka harus susah – susah ke luar negeri? belum lagi lapangan kerja yang menjadi tujuan, cuman pembantu rumah tangga (meski ada yang ke pabrik, seperti yang ke korea itu). Gaji tinggi (karena perbedaan nilai uang serta standart gaji di sana), kebutuhan ato lapangan kerja itu tersedia. Adalah alasan utama mereka ke sana, dengan segala cara legal maupun ilegal.

Negara kita tidak bisa memberikan lapangan pekerjaan. Jangankan mereka, yang mungkin cuman lulus sekolah, lha wong yang lulus kuliah ajah banyak yang nganggur. Lom lagi hobi pemerintah membebaskan import seluas2nya, mulai mesin sampe mainan, hingga barang2 kebutuhan rumah tangga. Kan itu membunuh industri dalam negeri sendiri, yang notabene sumber pendapatan warganya. Apakah negara niat menjadikan warganya sebagai konsumen saja?? Mau usaha ajah nggak ada perlindungan, malah dikasih saingan yang besar2.

Usulan kecil ajah, kalo mo ngimpor besar2an gpp sih, tapi kasih syarat kita mau import kalo mereka juga bangun pabrik di sini untuk memproduksi barang yang sama dengan bahan baku dari indonesia, dengan pekerja juga dari indonesia. Biar export Pejuang Devisa bisa dikurangin, ato malah diganti Pejuang Devisa yang berangkat adalah tenaga2 profesional, seperti orang-orang IT, suster, dokter, insinyur. Biar lulusan kuliah nggak keleleran di mana-mana🙂.

Kembali ke Pejuang Devisa Indonesia, mungkin cuman sebagai saran (aku pesimis sebenare ngasih saran ini). Kalo di sana bebas, bisa modis nggak masalah, cuman kalo memang mereka orang Indonesia yang digembar gemborkan santun, berbudaya ketimuran. Ya jangan sampai hilang identitas. Meskipun, jangan kan di luar negeri, jangankan pendidikan cuman sekolah, yang di dalam negeri, duduk di bangku kuliah sajah banyak yang kehilangan jati diri sebagai bangsa indonesia.

Pejuang Devisa Indonesia, aku salut padamu. Karena mau berjuang demi kehidupan yang lebih baik. (Aku ajah mikir2 kalo harus keluar negeri… :p)


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: