Posted by: greensand | December 21, 2007

Kajian (Pemuka) Agama Terhadap Kartun

Pertama kali membuka blog ini, eh ada artikel yang menggelitik, dimana seorang membuat artikel yang membahas tentang sesat’nya kartun, dimana sudut pandang penulis artikel tersebut didasarkan pada kehebatan tokoh kartun yang dikatakan menyamai Allah SWT. sehingga dapat menyimpangkan akidah dari anak-anak yang menontonnya. Kemudian ada juga kartun yang lain, di mana menampilkan banyak sekali dewa-dewa, sehingga dianggap menyalahi ajaran Tidak ada tuhan selain Allah. Dan satu lagi tentang anak durhaka, yang bisa berakibat ditirunya ajaran itu oleh anak-anak.

Saya, sebagai penggamar kartun merasa penulis artikel tersebut sudut pandangnya terlalu sempit. Memang, hal-hal tersebut ada benarnya. Misalnya tidak ada makluk yang bisa mewujudkan keinginan apa saja, dan melintasi ruang dan waktu, kecuali Allah SWT. Namun mengartikan Doraemon hebat sehebat Allah SWT. tentu sangat picik. Doraemon hanya produk imajinasi, Doraemon juga nggak selalu berhasil dengan alat-alat canggihnya, dan yang terpenting selalu ada pesan moral dalam film-film Doraemon.

Tentang Dragonball dan anime sejenis, kalo dilihat banyak dewa di dalamnya, penulis artikel juga tidak melihat dari sudut mana film itu dibuat, berdasarkan budaya negara mana film itu dibuat. Orang awampun pasti maklum, kalo melihat siapa yang membuat film Dragonball itu.

Tentang Shincan anak durhaka, hehehehe. Ini sih salah yang nayangin, ini kan produk kartun dewasa. :p

Apapun yang ditulis oleh penulis artikel di atas, tidak salah sepenuhnya. Namun seyogyanya sudut pandangnya diperluas, sehingga tidak menimbulkan penafsiran yang buruk tentang ajaran Agama Islam, yang seolah-olah produk selain dari muslim adalah kafir. Dan jangan membandingkan antara anime, kartun dengan kisah-kisah mulia Rasul dan para Sahabat, karena hal itu sungguh bukan sebuah hal yang bijaksana.

Anime, kartun yang baik akan selalu memberikan pesan moral dengan latar belakang imajinasi…, anak-anak sangat membutuhkan imajinasi yang baik tentunya. Kalaupun ada yang sependapat dengan penulis artikel tersebut, tidak masalah anda mengganti anime/kartun tersebut dengan produk anda. (BIkin nggak bisa, imajinasi juga terbatas, kok mencela). Kalopun tidak bisa mengganti, dampingin putra-putri anda kala menonton anime/kartun dan sesuaikan ratenya, jangan dikasih Shincan untuk anak balita sampe 15 tahun!!! Kasih saja Hamtaro dan kawan2nya. jangan lupa tetap dampingin!

Buat saya sih, Anime/Kartun hanya sekedar hiburan di tengah kesibukan dan stress karena pekerjaan. That’s All. InsyaAllah akidah tidak akan rusak hanya dengan kartun, produk imajinasi saja.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: