Posted by: greensand | February 15, 2008

Extra Large, Ketika Ukuran Menjadi Permasalahan…

Ada review ttg film yang pingin tak tonton, ini dari blog-walking, yang bikin namae Chika , moga2 dia berkenan tulisane tak pindah ke sini.
Film ini bercerita tentang Deni (Jamie Aditya), seorang pria biasa-biasa saja yang berpikiran lurus.Orangtua Deni yang bekerja sebagai PNS tiba-tiba ditawarkan naik jabatan dan pindah ke Jakarta dengan syarat menikahi Vicky (Dewi Sandra), anak dari boss orangtua Deni yang tengah hamil 2,5 bulan akibat “kecelakaan”. Vicky yang ternyata seorang hypersex menuntut Deni agar menjadi suami yang mampu memuaskan dirinya.

Deni merasa tertekan dirinya tidak dapat menjadi suami idaman bagi Vicky yang cantik naudjubillah karena ia mempunyai 2 masalah. Masalah pertama adalah dirinya tidak mempunyai pengalaman dalam bidang berhubungan intim karena dirinya masih perjaka. Yang kedua, ukuran alat vital Deni terbilang kecil. Kedua hal itulah yang membuat Deni tertekan menghadapi pernikahannya akan berlangsung sebulan lagi.

Deni pun curhat ke dua sahabatnya, yaitu Stefan, pria playboy cap kodok dan Juno, pria tajir yang hobi judi. Stefan yang mendengar masalah Deni menyarankan Deni untuk pasrah dengan keadaan yang ada. Sedangkan Juno melihat ada kesempatan untuk gambling. Maka Juno mencoba bertaruh 1 milyar dengan Stefan bahwa dirinya dapat mengubah Deni menjadi pria playboy pemuas wanita melebihi Stefan. Stefan pun setuju dengan taruhan tersebut. Maka dimulailah permainan.

Pertama, dengan dimodalkan oleh Juno, Deni dibawa ke Mak Erot untuk diperbesar alat vitalnya. Disini banyak kejadian lucu karena ternyata mereka pergi ke Mak Siat (Sarah Sechan), yang mengaku cucu kedelapan Mak Erot. Di adegan ini, dijamin penonton akan tertawa. Minimal tersenyum nungging sungging.

Setelah mendapat pengobatan tersebut, Juno pun melancarkan rencana ke-duanya. Juno membawa Deni ke rumah bordil dan menyewa Intan (Francine Roosenda), seorang PSK cantik untuk menemani Deni selama sebulan. Hitung-hitung test drive sebelum pernikahan sekaligus mempelajari gaya-gaya berhubungan intim. Ckckck.. *geleng-geleng*

Sejak itulah, bermacam-macam hal gila menimpa Deni, hingga akhirnya Deni menyadari bahwa kebahagiaan dalam cinta bukan pada kesempurnaan fisik, tapi pada kesempurnaan hati.

Terus terang, film ini cukup lucu. Banyak jayuznya pula. Namun dari segi agama, dijamin ada yang protes karena film ini sangat menonjolkan sensualitas. Banyak cewek-cewek aduhai seliweran dengan mengenakan pakaian seksi. Jika anda pria dan menonton film ini, saya tidak menjamin anda pulang dengan kering wakakakakkk… *saru*

Selain itu di film ini banyak kata-kata kotor! OMG~ inilah yang membuat moral masyarakat Indonesia menurun karena film selaku media massa memberikan konsumsi yang tidak baik bagi penontonnya.

Dari segi artistik, dalam beberapa adegan saya menemukan kamera out of focus dan nge-blur. Entah itu unsur kesengajaan atau tidak sengaja. Namun saya pribadi merasa kurang nyaman dengan ketidakfokusan tersebut. Film ini saya beri \bigstar\bigstar\bigstar (3 bintang). Sebenarnya filmnya tidak jelek. Namun unsur-unsur dalam filmnya ada yang kurang saya suka.

Menurut teman saya yang nonton bersama saya, film ini bagus. Namun menurut saya biasa saja apa sense of movie saya terlalu tinggi ya? . Film ini lucu, tetapi tidak membuat saya tepuk tangan untuk film ini. Lain dengan film August Rush yang saya rekomendasikan sebagai film yang bagus untuk menjadi tontonan. Tertarik untuk nonton film XL? Siapkan pacar anda disamping…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: