Posted by: greensand | April 17, 2008

Kemarin, To the Next Surabaya Utara

Kali ini adalah report kegiatanku seharian dalam usaha mendapatkan nilai tambah dari sebuah universitas negeri, menawarkan sebuah kerjasama dalam bentuk pendampingan secara teknis dalam mengembangkan sebuah Sistem Informasi yang terintegrasi di dalam sebuah perguruan tinggi. Hal yang sama telah dilaksanakan di beberapa Universitas di Surabaya, seperti ITS, Unesa, IAIN Surabaya, UPN, UWM dan beberapa lainnya.

Perjalanan kali ini dilaksanakan bertiga, Mr. Halim sbg Chief in Command, aku dan Antok. Kita bersiap sekitar jam 08:45 dari kantor, dengan kendaraan berangkat ke tempat tujuan. Semua perlengkapan mulai Laptop, dokumen hingga LCD Projector siap. Rute pertama yang dituju adalah terminal penyebrangan Feri di Tanjung Perak.

Dari jalan perak yang padat, kita lurus ajah ada tulisan pelabuhan. Begitu masuk kita udah ketemu gerbang dengan loket masuk pelabuhan, bayar 4500 untuk kendaraan trus masuk lurus, kok menthok? Ternyata kita salah masuk terminal sodara2, akhirnya nanya orang2 di sana, untik masuk ke penyebrangan pake kendaraan lewat mana?

Untuk menuju sana kita harus muter lagi keluar, kemudian belok kiri dan belok kiri lagi. OK dengan Pe De kita langsung mengikuti saran tersebut, sekitar 2 – 3 blok, kita menemukan jalan yang di maksut, begitu belok kiri yang kedua sudah kelihatan loket, yah bayar lagi 4500 untuk karcis masuk, kemudian ada loket lagi loket untuk tiket menyeberang, kita kena 67 rb. OK deh, jalan langsung antri masuk kapal.

Masuk ke kapal penyeberangan butuh waktu 5 menit ajah, dipandu petugas untuk mengatur posisi kendaraan di kapal. Yang paling Indonesia banget adalah waktu kita mo masuk kapal, belomba lomba dengan pegemudi motor yang saling serobot masuk kapal, selalu ada motor yang nyerobot di depan kendaraan kita, padahal kita sangat berhati – hati agar tidak menyeruduk pengendara motor di depan kita, eh ada lagi motor2 lain yang kaya minta diseruduk, padahal kalo kena, wah celurit nih (yang biasa bawa, no offence loh yah!)

Begitu kendaraan kita sudah dalam posisi yang ok, kita segera keluar menuju dek penumpang. Dari dek penumpang aku bisa melihat betapa ramenya kapal ini, hampir semua kursi terisi, belum lagi yang di sisi kapal dan yang ada di bawah menunggu di area kendaraan. Kapal-kapal besar tersebar di hamparan laut sepanjang mata memandang. Aku memilih duduk di dek buritan, sehingga ketika kapal mulai berjalan aku bisa mengamati Pelabuhan Tanjung Perak.

nyengir gara2 panas..

Patung Jalesveva Jaya Mahe

Setelah mata memandang puas kapal-kapal, pandanganku teralih kepada Patung Jalesveva Jaya Mahe Yang terpikir satu, jalan ke patung itu lewat mana yah?? seumur2 di surabaya lom pernah ke sana.

Pandangan terus bergeser ke timur, tampak dua tiang besar kemudian ada dua garis yang ditopang kaki-kaki kecil di kanan kirinya nampak seperti kaki seribu. Ya itu Jembatan Suramadu, yang titik temunya belum kesampaian, moga2 juga kalo udah ketemu ntar titiknya pas, nggak saling bersinggungan… hehehehe tapi Pas!

Rancangan Jembatan Suramadu

Calon Jembatan Suramadu

Nggak terasa, perjalanan sudah hampir sampai, kapal terasa mulai melambat dan berhenti, sementara aku lihat kapal penyebarangan dari arah depan menuju surabaya, pikirku ini antre buat merapat, segera aku pindah ke depan. Tampak pelabuhan Kamal di depan, memang benar kita antre untuk merapat, menunggu kapal di seberang untuk pergi, dan kapal ini akan merapat. Segera ajah aku ajak Mr. Halim segera balik ke kendaraan, takutnya ntar barengan ama yang lain turun, malah repot.

pelabuhan kamal madura
Seperti pada saat naik ke kapal, turun ke kapal juga sama, saling serobot motor masih tampak, so Indonesia gitu loh! Ok lah gpp, asal kita nyampe pelabuhan Kamal dengan selamat. Begitu keluar kapal kita langsung ketemu pintu keluar pelabuhan dan mengikuti jalan, yang keliatannya jalan utama di pulau ini, the Next Surabaya Utara, kalo dua kaki seribu di selat tadi sudah ketemu ujungnya, ntah kapan itu.

Jalan ini terasa nggak begitu lebar, karena ketika kita papasan masih sering harus mengurangi kecepatan untuk mengurangi efek ketika papasan dengan kendaraan lain, tanah di kanan kiri jalan tampak berbeda dengan di surabaya. Dan satu lagi, panasnya bo’… AC di kendaraan udah di stel paling dingin, teutep ajah panas.

Mr. Halim ngerti alamat yang kita tuju?

Kalo nggak salah ya, jl. Telang, aku juga lom tau makanya aku ngajak kamu.

Hahahaha, aku loh lom pernah ke sini, lewat jalan ini sih sudah, tapi pas ke Sumenep, lom liat kampusnya. Tapi tenang ajah, paling-paling jalan utamanya cuman ini, kampusnya paling ya di tepi jalan ini juga, ato kalo enggak pasti ada plang’nya. Ini kan Univ Negeri satu-satunya di pulau ini

OK, tapi abis nemu univnya, makan dulu yah!

Tanpa menjawab, aku mengangguk ajah tanda setuju, hehehe. Urusan makan knapa nolak. Hwahahaha.

Sambil menikmati jalan, kita ngobrol ngalor ngidul, tentang apa saja yang diotak kita. Mulai perjalanan, suhu yang panas, kemungkinan kalo suramadu dah jadi, masih adakah feri2 penyebrangan itu.

Tiba-tiba ada plang, Univ Trunojoyo 600 meter. weks cepet banget. Lamanya nggak sesuai harapan. Lihat kedepan ternyata ada jalan masuk ke kanan, segera banting stir ke kanan, loh… masih jalan? Ok deh kita menyusuri jalan. Di kanan kiri masih sepi, ada pertokoan, bengkel, warung kopi satu – dua, kemudia ada perumahan baru, pengumuman jual kavling….

beli kavling di sini, trus dibangun buat peternakan mahasiswa/i (baca: kosana) kan mayan buat investasi

Kemudian di kanan jalan ada pembangunan kaya gerbang, dan atasnya. Yah atasnya tulisan Universitas Trunojoyo, dibelakangnya ada gedung bertuliskan Gedung Pusat. Yah…. kelewatan, udah keburu ketemu kebo hehehehe. Ya setelah gerbang itu terlewati, masih ada jalan yang makin menyempit, di kanan kirinya ada kebo2 yang digembalaain secara liar, nggak ada yang nungguin.

Abis puter….kita bablas ke Bangkalan dulu, oiyah Univ dari kantor jaraknya 26 km sajah ternyata. Plus nyebrang pake kapal… mungkin 3 km yah?….(to be Continued)


Responses

  1. saya bangga dengana Sdr. Elang dan Mohon contac person Saudara Elang.

    Selamat dan sukses selalu.

    Terima kasih


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: