Posted by: greensand | April 27, 2008

Sleepless in Surabaya…

Jam masih 23.00 wib, belum ada tanda2 pekerjaanku ada ujungnya. Merancang, melihat struktur data, membaca sample activities, flowchart sederhana menggabungkannya dengan code2 delphi, sql, diiringi anggukan kepala seiring lagu Madona 4 minutes, serasa dugem dengan tangan en kaki beberapa kali ikutan dance…

Dalam rehat, pikiranku menggerakan jemari di keyboard, menuliskan apa yang aku rasa aku harus menulisnya agar selalu bisa membaca kembali. Sebuah pemikiran tentang sebuah krisis dalam hidupku.

Aku bukan seorang perfectsionist, yang mengaharapkan semuanya sempurna, semua indah. Namun aku juga bukan orang yang pesimis, membiarkan semuanya menjadi kacau, dan menyedihkan.

Teringat bertahun lalu aku menjalani kehidupanku di sebuah daerah yang jauh dari keramaian karena macet, benderangnya malam karena berhias lampu-lampu besar yang menghalangi pandanganku saat aku merindukan bintang-bintang, bulan yang bercengkrama di kegelapan. Di saat itu, aku bermimpi suatu hari akan menjadi seorang dokter, dengan berkuliah di sebuah univ. yang dulunya sempat memilki jurusan kedokteran yang konon terbaik di negara ini, bahkan memiliki nama dinegara jiran.

Keinginan yang timbul sesaat aku tersadar akan diriku yang nggak bisa apa2. Seandainya aku tidak berkuliah, entah aku sekarang mengerjakan apa? Mungkin aku selalu begadang di warung kopi, mendengarkan lagu dangdut, VCD bajakan yang berisi goyangan seronok penyanyi dangdut kelas wahid negeri ini, yang pelit membelanjakan penghasilannya untuk sebuah busana yang bisa menutupi kecantikan tubuhnya. ato… ah aku nggak mampu lagi membayangkan.

Namun mimpi dan keinginanku sontak terputus, kala seorang sahabat yang menjadi inspirasiku pergi dariku, aku hampir jatuh ke dasar keputusasaan yang sangat dalam. Hanya ketakutan dan bayang – bayang keterpurukan masa depanku yang membuatku bangkit. Dan pandangan remeh terhadapku yang mampu melecutkan semangatku untuk belajar, menggapai segala kecerdasan yang telah dianugerahkan, yang selama beberapa waktu dibekukan oleh keadaan sekitarku, keputusasaanku…

Aku hanya ingin membuktikan aku bisa, namun bukan untuk meraih mimpiku. Sampai pada saat aku menyerahkan pilihanku pada saat UMPTN. AKu menyerahkan pengisian formulir ke seorang temanku. Harapku hanya ingin berkuliah, di manapun itu, aku akan menjalaninya,… sama ketika aku dipilihkan SMU di mana aku sekolah saat itu. Yah aku ingin besekolah setinggi di t4 yang favorit, SMA 3 Malang, SMA 2 Kediri, SMA Taruna… namun semua menjadi keinginan sajah, kala segala keterbatasan yang ada di keluargaku memaksa untuk melangkahkan sekolah ke sekolah itu… Aku kalah, dan hal ini terulang … pilihan UMPTN aku tak mau memilih sendiri, hanya berharap aku bisa kuliah…

Thanks GOD, temanku nggak salah memilihkan jurusan, walaupun dalam hati aku bilang ya aku salah jurusan, bahkan parahnya saat meilih bidang study, kelas yang kutuju demi jurusan yang ingin ak masukin ternyata peminatnya sangat banyak sehingga aku harus kehabisan kelas. Aduh salah bidang study, meskipun sangat bangga karena memasuki bidang study yang mahasiswanya sangat sedikit, lab yang sanga disegani, dan sampe akhir aku menjadi diriku yang sekarang.

Aku syukuri semua, bayangan harus begadang di warung kopi, ato di perempatan jalan karena nggak kuliah sirna dari hidupku. Meski setiap pulang aku selalu ke tempat2 itu, sekedar peringatan… dan melihat beberapa temanku, adik kelas, dan tetanggaku yang akhirnya terjebak di sana. Berbagi cerita, dan mencoba memberi semangat untuk mereka selalu bersemangat menjalani hidup di negara yang semakin tidak peduli dengan warga negaranya.

Kurasakan, aku selalu ingin berlari dari situasi yang menjebakku, melupakan semua. Namun semua ternyata memberikan pelajaran kepadaku.

Namun dalam diriku, hatiku berkata bahwa aku belum mencapai yang aku inginkan, aku hanya mengikuti arus hidupku, dan terjebak di dalamny. Yah aku belum pernah berpikir ke depan aku ingin bagaimana?? Aku trauma, karena aku selalu melalui jalan yang sebenarnya bukan aku pilih, mungkin Allah tau yang terbaik untukku. Kalimat yang bisa menghiburku saat ini.

Aku pernah melihat sebuah film, sekilas tidak seperti saat aku melihat beberapa film yang aku suka… namun ada pelajaran..

AKu bisa meraih sesuatu, karena selalu ada jalan untuk mendapatkan apa yang kita inginkan, hanya saja kita harus mengerjakan hingga tuntas…

Malam ini, mungkin sama dengan beberapa malam yang lain, di mana aku harus terjaga hingga esok. Yah aku harus menuntaskan yang aku kerjakan sekarang. Karena besok pasti akan ada sesuatu yang lain yang menuntut untuk dituntaskan.

Satu hal yang aku belum pelajari, bagaimana mengakhiri tulisanku…. I’m sorry for imperfect writing! Thanks…


Responses

  1. Ga usah di akhiri tulisan nya.. justru harus di lengkapi dan di tumpahkan seluruh pikiran yg ada biar tulisan nya tambah lengkap. and u did well!! and you can be writer mate..😉 am sure you can!!


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: