Posted by: greensand | August 26, 2008

Movie : QuickieExpress

Bermodal internet kantor, dan youtube menonton film indonesia ternyata sangat mudah dilaksanakan. Beragam judul yang ada, mulai jadul jamannya babe Benyamin S, sampe jaman Tora Sudiro dan Aming. Kebetulan sekali film yang aku tonton kali ini berjudul Quickie Express .

Film ini juga memperkenalkan aktris pendatang baru Sandra Dewi. Juga melibatkan aktor dan aktris kawakan lainnya seperti Rudy Wowor, Tio Pakusadewo, Ira Maya Sopha, Ria Irawan, Tino Saroenggalo, serta pemeran pembantu lainnya seperti Melissa Karim, Reuben Elishama dan Imelda Taurine.

Ceritanya…

Jojo, seorang anak muda yang selalu bergonta-ganti pekerjaan yang hidup di Jakarta. Ia sadar bahwa dirinya bodoh dan tak berarti. Namun Jojo tidak pernah lelah berusaha untuk memulai dari nol, sampai akhirnya ia terpuruk menjadi pegawai di tukang tambal ban. Disinilah Jojo bertemu dengan seorang lelaki tua kaya raya yang menawarkannya pekerjaan di perusahaan “layanan escort” miliknya.

Untuk menghindari serangan protes dari kelompok religius di Jakarta, lelaki ini menjalankan bisnisnya dengan kedok pizza delivery service bernama Quickie Express.

Jojo bergabung bersama dua orang teman yang juga “anak baru” di Quickie Express, yaitu Marley dan Piktor. Dengan tampang dan keunikan mereka, tak lama kemudian mereka langsung menduduki posisi tinggi di perusahaan “escort” ini. Hidup mereka jauh lebih baik dan ternyata mereka menikmati pekerjaan mudah dan berkelas ini yang juga menghasilkan cukup banyak uang.

Namun, kebahagiaan mereka justru terusik saat Jojo bertemu dengan seorang gadis mahasiswi kedokteran dan jatuh cinta padanya, dan menemukan hubungan antara sang gadis dengan salah satu tante pelanggan dan mafia Jan Pieter Gunarto.

DI film ini adegan lucu banyak disajikan, namun adegan ‘telo’ alias adegan yang ‘mekso pol’ juga disajikan. Salah satunya adalah pada saat Jojo bertanding dance dengan Pacar si Mila (Sandra Dewi, cantiknyaaa…). Di sini sebenarnya Jojo harusnya bisa nge-dance lebih gokil lagi (lebih bagus kalo mirip2 ama yang dipelajari di Training Centernya) dan menang. Namun sangat ganjil rasanya dengan dance yang seadanya melawan dance semi modern bisa menang, masa sih cuman gara2 seorang Mila tepuk tangan, yang lain ikutan tepuk tangan hingga Jojo menang??? Oiyah hampir lupa, dialog Jojo dan Mila soal kehormatan juga sangat mekso, palagi suara Jojo yang dibuat sember gitu…

Overall, bagus en menghibur… meski banyak nyerempetnya. Oiyah ada tips juga di sana, buat yang letoy ada ‘Hajjar Jahannam’… (tips dari Merley lengkap ma tutorialnya, hahahaha)

Maju Terus Sinema Indonesia….. MERDEKA!


Categories

%d bloggers like this: