Posted by: greensand | March 31, 2009

Jembrana, Aku Merana…

Dengan hati agak berat aku harus berangkat ke Bali tanggal 29 Maret 2009, persiapan berangkat ke Bali kumulai jam 08.00 saat aku harus kembali dari luar kota ke Surabaya. Untunglah perjalanan lancar sehingga pukul 12.00 aku sudah di Surabaya yang panas, dan bersiap mulai menata berkas, pakaian yang aku akan gunakan selama di Bali.

Jam 16.00 berangkat bersama pak Komang Ari Setiawan, menuju terminal. Di terminal aku harus menunggu pak Ari balikin motor ke rumahnya dulu.

Setelah pak Ari datang, segera berburu bus untuk ke Bali. Syukurlah lancar, dengan negoisasi kita dapat harga 95 ribu ke Bali dengan bus DAMRI.

Selama di jalan perjalanan lancar-lancar saja, bahkan aku bisa tidur beberapa saat. Sekitar jam 01.00 sudah nyampai di penyeberangan Ketapang, Banyuwangi.

Di kapal penyeberangan, aku naik ke geladak penumpang, di suguhin lagu2 dangdut ala Rhoma Irama Junior. Kenceng banget… whateverlah, sambil ngantuk2 dengerin sambil makan buah pisang…

Turun dari kapal penyeberangan, jam 05.30 waktu setempat (jam ku masih nunjukin pukul 04.30) aku dah sampai di Jembrana, turun di lokal perkantoran pemda Jembrana.

Suasana masih sepi, sampai bingung mo nunggu di mana. Maklum kantor Pemda kan bukanya efektif jam 08.00. Tengok kanan kiri, trs jalan kaki keliling daerah sekitar, akhirnya kita putusin cari angkot trs ke pasar buat ngopi dan cari masjid buat sholat lalu istirahat menunggu jam 08.00.

Akhirnya saat yang ditunggu-tunggu tiba, dengan langkah percaya diri, jam 08.00 waktu setempat kita menuju kantor Pemda Jembrana, untuk daftar ikut lelang. Menuju ruangan daftar yang ternyata masih bersiap-siap, kita diterima oleh dua staff yang kubaca dari emblem namanya SUTAMA dan SUSILA. Setelah kita mengatakan maksut dan tujuan kita, pak SUTAMA melihat dokumen kelengkapan kita :

  1. Surat pengajuan diri untuk pendaftaran masih kurang materai, dan kita setuju untuk mencetak dan memperbaiki ulang.
  2. Bundel berisi Akta Pendirian Perusahaan, Akta Perubahan dilihat copy dan aku tunjukin aslinya, di mana tercantum namaku sebagai staff yang berhak melaksanakan pendaftaran lelang.
  3. Masih dalam bundel yang sama, dicek dokumen SIUP yang disini mulai ada masalah, bahwa yang tercantum di SIUP bagian Bidang Usaha terdapat kode-kode yang terdiri dari 3 kode (523, 515, 513) (721, 741, 722), sedangkan yang di minta beliau adalah yang 5 digit sperti 52368. Dalam hal ini, menurutku pribadi adalah masalah penulisan kode yang dijelaskan dalam keterangan di bawahnya sehingga tidak menjadi masalah asal bunyi keterangan masih sesuai dengan Bidang Usaha yang disyaratkan. OK, kemudian beliau menyarankan agar ada surat keterangan dari dinas terkait (Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Penanaman Modal Pemkot Surabaya) untuk menjelaskan bahwa kode 3 digit tersebut berlaku dan di fax ke 036541010 up to pak AMOK. Perlu dicatat bahwa SIUP ini dikeluarkan oleh dinas terkait tanggal 27 Agustus 2008 dan berlaku hingga 05 Mei 2011. Dan untuk kejelasannya pak SUSILA berusaha menelpon atasan beliau, untuk disambungkan denganku, namun rupanya atasan pak SUSILA sedang sibuk sehingga tidak dapat dihubungkan denganku dan meminta bahwa syarat kode SIUP yang bisa diterima adalah yang 5 digit sesuai di pengumuman. (dipungumuman ada kode 5 digit, namun tidak disebutkan harus ada dalam SIUP). Karena masih ada hal yang lom lengkap (no.1), dan atasan pak SUSILA masih sibuk, maka aku putuskan untuk melengkapi surat permohonan daftar dan mengusahakan surat dari Dinas yang terkait.

Setelah itu aku keluar dari pemda, bertanya pada petugas keamanan di sana untuk cari warnet buat mencetak surat permohonan dan mencari sarapan… (lapar euy!)

Setelah jalan lumayan jauh, akhirnya nemu yang bisa ngeprint warna, tapi harus nunggu 30 menit lagi. Yah sambil nunggu makan dulu di warung muslim sebelah counter itu.

Setelah makan selesai, mencetak surat permohonan selesai, aku telpon ke Surabaya agar ditanyakan ke inas Perdagangan, Perindustrian, dan Penanaman Modal Pemkot Surabaya apakah bisa dibuatkan surat seperti yang dimaksut pak SUTAMA tadi? Sebelum itu, aku diingatkan bahwa di TDP ada kode yang lengkap 5 digit, kucek benar ada kode 52368 di TDP. Namun tetep ajah aku minta untuk telpon ke Dinas itu. Sambil menunggu, aku kembali ke kantor Pemda.

Kebetulan di sana, atasan pak SUSILA, yaitu pak I KOMANG TRILAKSMANA ada di sana, pak SUTAMA dan pak SUSILA menunjukkan kalo masalah kode 3 digit tadi menjadi masalah, dan minta keputusan dari pak TRILAKSMANA. Dengan kesibukannya pak TRILAKSMANA menyatakan bahwa di SIUP yang diminta adalah kode 5 digit sesuai pengumuman. Untuk itu aku juga menjelaskan kalo di SIUP yang perusahaanku miliki adanya 3 digit, dan ada penjelasannya juga ada kode 5 Digit di TDP yang kodenya sesuai yang diminta/disyaratkan, dan aku bisa menunjukkan semua dokumen aslinya.

Namun, pak TRILAKSANA tetap bersikeras bahwa hal ini tidak bisa. Salah satu saran adalah meminta surat pernyataan dari Dinas terkait (yang mengeluarkan SIUP), dan harus asli (tidak bisa kalo hanya surat yang di FAX). Karena aku rasa tidak mungkin meminta surat pernyataan dari DINAS, dan diserahkan hari itu juga ke pak TRILAKSMANA, akhirnya aku meminta surat pernyataan dari beliau menolak permohonan pendaftaran PT. SENTRA VIDYA UTAMA dengan alasan sesuai yang disebutkan.

Logikaku,

  1. SIUP yang mengeluarkan adalah DINAS PEMERINTAH, dan pastinya memiliki standarisasi pengkodean yang berlaku NASIONAL.
  2. SIUP akan selalu ditunjukkan ketika pendaftaran lelang apapun.
  3. Jika SIUP ditolak dengan alasan kodenya tidak sesuai dengan yang diminta PANITIA LELANG, maka tentunya SIUP itu salah dan harus ada revisi.
  4. Pengajuan Revisi ke DINAS, membutuhkan alasan dan bukti kenapa SIUP yang diterbitkan harus direvisi. dan bukti itu adalah… SURAT PENOLAKAN DARI PEMDA JEMBRANA, dalam hal ini adalah Panitia Lelang.

Namun apa boleh buat, semua alasan ini tidak diterima, surat pernyataan penolakan tidak dibuatkan, dan pak TRILAKSMANA keluar kantor dengan alasan kesibukannya. Sehingga akhirnya saya minta cetakan Pengumuman Lelang, yng kemudian diprint’kan dan di tandatangani pak SUSILA yang akhirnya aku ketahui bernama I GEDE MADE SUSILA (NIP. 600 028 438) dari pengumuman yang dicetakkan pak SUSILA tadi. Dari situ aku juga akhirnya tau NIP pak TRILAKSMANA (510 131 424).

Akhirnya aku batal ikut lelang di JEMBRANA, karena ya masalah ini. Merananya diriku!


Categories

%d bloggers like this: