Posted by: greensand | April 29, 2010

Diterima PNS, Bayi meninggal

Kisah seorang teman, yang kini sedang berduka…

Sewaktu aku tugas ke Bali, aku bertemu dengan teman lamaku. Setelah bercerita banyak, aku dikenalkan kepada seorang perempuan muda, yang baru saja menjadi ibu. Sebut saja namanya Dewi.

Dewi perempuan berusia 27 tahun, asal kota kelahiran Bung Karno. Lulusan sebuah PTN di kota asalku. Baru tiba di Denpasar, belum genap seminggu untuk mengikuti suami yang bekerja di sana, serta membawa buah hatinya yang belum genap setahun. Di Bali masih, mulai mencoba mencari kerja. Karena dengan hanya mengandalkan suami, dirasa masih kurang karena kebutuhan si kecil makin lama makin banyak.

Temanku, bercerita tentang pekerjaanku di Surabaya. Mungkin karena sedang mencari kerja, Dewi menanyakan lowongan kepadaku. Sayang sekali, aku bukan termasuk orang yang bisa menyediakan lowongan pekerjaan, sehingga hanya bisa berkata, “Kalau ada informasi, aku hubungin. Tolong kirimin saja CV dan berkas2 yang berkaitan.” Berakhirlah pertemuan singkat itu, tanpa suatu kesan mendalam.

Beberapa bulan berlalu, hingga suatu saat di menjelang akhir tahun 2009. Ada penerimaan PNS besar-besaran di setiap pemerintahan daerah. Berbekal google, aku searching formasi PNS di beberapa pemda di Jawa Timur.  Kombinasi Kota dan Formasi yang menjadi tujuan pencarianku, berakhir dengan hampa, malah secara nggak sengaja, ada formasi yang sesuai untuk Dewi.

Kucari lagi berkas yang pernah dikirim ke email, untuk mencari nomor yang bisa mengontak Dewi. Kusampaikan informasi itu, dan kujelaskan bahwa lokasinya jauh dari kota asalnya. Dengan antusias, dia mulai bersiap dan mendaftar. Maklum, di Denpasar belum juga menemukan lowongan yang sesuai.

Setiap ada perkembangan, mulai saat Dewi mengirim lamaran, hingga saat pengumuman selalu sms. Dan syukurlah, dia diterima di formasi yang aku informasikan. Dimana formasi itu hanya butuh 2 personil, dan Dewi diterima. Sungguh suatu anugerah.

Waktu terus berjalan, hingga tiba bulan Februari 2009, di mana mulai ada pemberkasan dan persiapan untuk masuk sebagai PNS. Karena belum memiliki tempat di kota tujuan, serta belum adanya kejelasan penempatan Dewi harus pulang pergi dari kota asalnya, Blitar. Sesekali dia sms kegiatannya di sana, betapa beratnya tiap hari harus PP. Kemudian setelah dapat kos, bisa pulang seminggu sekali.

Hingga suatu hari, hampir 1 bulan tidak ada sms lagi. Aku iseng untuk sms, dan di jawab, maaf masih sibuk. Hingga tidak ada khabar lagi hingga beberapa hari yang lalu. Temannya yang di Bali menghubungiku, via telepon. Bercerita kalo sudah 3 minggu ini, anak Dewi telah berpulang. Penyebabnya, kemungkinan capek karena diajak bolak balik ke kota tempat kerja Dewi. Hingga pada suatu hari, dia rewel terus menerus, dan ketika pulang ke Blitar, bayi itu lemes, dan malam harinya menghembuskan nafas terakhir. Dan sejak itu, Dewi tidak memberi khabar lagi dan kata temannya, hp dibawa suaminya yang pulang dari Denpasar untuk menemani Dewi, yang shock atas kehilangan bayinya.

Dan beberapa hari lalu, ada sms dari Dewi. Dia hanya minta maaf karena sudah lama nggak sms, baru bisa hari itu sms, karena masih sedih. Dan sekarang dia sudah mulai bekerja, dan ditempatkan di sebuah kecamatan.

Sungguh malang nian…, hasrat hati ingin mendapatkan pekerjaan demi anak tercinta, sayang… begitu pekerjaan diperoleh, anak itu meninggalkan untuk selamanya.


Categories

%d bloggers like this: