Posted by: greensand | June 7, 2011

Komunis sudah di sekitar kita…

Kita sudah lama sekali phobia dengan kata-kata komunis, namun banyak juga generasi sekarang yang penasaran dengan apa itu komunis, dan mengapa komunis dilarang di negara kita, Indonesia ini.

Namun melihat perkembangan masyarakat indonesia sekarang ini, dalam hatiku menjadi khawatir komunis telah menjadi ideologi (meskipun tidak seutuhnya) di masyarakat kita. Aku yang awam ini hanya berusaha mengemukakan pemikiran seorang yang awam tentang komunis.

Dari sebuah artikel, mengenai benturan Islam dan Komunis, disebutkan beberapa ciri-ciri tentang komunis sehingga bertentangan dengan Islam, yang dianut sebagian besar masyarakat Indonesia.

Pertama : ajaran Komunis yang menjunjung paham materialisme sehingga menafikan eksistensi segala yang berbentuk immateri, yang pada hakekatnya adalah menolak eksistensi Tuhan (Allah), sangat bertentangan dengan ajaran Islam. Dalam Islam yang paling pokok adalah kepercayaan akan eksistensi Allah dan mengakui segala yang ada didunia ini adalah makhluk-Nya, karena Dia-lah yang menciptakan. Hal ini dapat kita baca pada surat Thahaa ayat 14 dan surat Al Maa-idah ayat 3.
Kedua : menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan, hal ini sangat bertentangan dengan akhlak yang diajarkan dalam Islam. Agama Islam sangat menekankan agar ummatnya berakhlak mulia dengan melarang keras segala bentuk kerusakan. Larangan ini dapat kita baca pada surat Al Baqarah ayat 11 dan Al Qashash ayat 77.
Ketiga: jika komunisme memperjuangkan pendistribusian kekayaan secara merata dan menolak adanya hak milik pribadi, maka Islam mengandung tatanan ekonomi yang tidak menghapuskan kepemilikan pribadi. Namun demikian Islam juga tidak membiarkan cara kapitalisme. Dalam Islam diajarkan bahwa di dalam harta si kaya terdapat hak si miskin. Islam mewajibkan ummatnya untuk membayarkan zakat dengan cara inilah Islam mendidik ummatnya untuk hidup bersosial.
Keempat : Komunisme pada dasarnya menentang segala sesuatu yang teratur dan oleh karena itu menurut Lenin –tokoh komunuis Rusia, negara tidak diperlukan. Malahan bukan negara saja yang tidak diperlukan tetapi juga lembaga perkawinan dan lembaga keluarga. Sebab semua itu tidak sesuai dengan prinsip sama rata-sama rasa. Hal ini sangat bertentangan dengan prinsip-prinsip Islam. Dalam Islam seluruh dimensi kehidupan manusia diatur secara rapi melalui perundang-undangan yang disebut syari’ah. Negara adalah lembaga yang berfungsi menjaga keteraturan dan tertib hukum pada semua sektor kehidupan manusia.
Mari kita lihat satu persatu dari tiga aspek yang menyebabkan Komunis berbenturan dengan Islam, dan kita lihat kondisi yang ada di masyarakat.
  1. Menjunjung paham materialisme sehingga menafikan eksistensi segala yang berbentuk immateri, yang intinya mengingkari eksistensi Tuhan. Masyarakat Indonesia syukur alhamdulillah masih mengakui eksistensi Tuhan, hanya ada sebagian masyarakat yang sering lupa dengan keyakinan tersebut, sehingga mereka tidak takut lagi apabila kegiatan mereka selalu dimonitor oleh Tuhan, lebih takut aibnya diketahui oleh yang materialistik dibandingkan diketahui oleh Tuhan. Contohnya banyak sekali… Orang berselingkuh enjoy ajah waktu selingkuh, nggak sadar kalo ada malaikat dan Tuhan yang mengetahui perbuatannya, malah lebih takut kalo ketauan istri ato kerabat dan teman-temannya, orang melanggar aturan di jalan raya, karena nggak ada polisi, dan sebagainya.
  2. Menghalalkan segala cara, mungkin bisa aku artikan bisa melakukan apa saja demi kepentingannya. Masyarakat Indonesia memiliki kecenderungan yang sama dalam meraih keinginannya. Agar bisa beli macam-macam ada orang yang mau korupsi, menilep uang kerabat, teman dan kolega. Bahkan, sungguh ini nyata, rela menjual dirinya. Yang sederhana, demi cepet nyampe sekolah/kantor/rumah, rela membahayakan diri dan orang lain dengan menyerobot lampu merah. Dan di Indonesia sudah lazim banget, ada nggak ada polisi, kalo lampu merah pasti banyak yang di depan garis marka, bahkan sampe memakan setengah dari jalur yang berpotongan dengan jalannya.
  3. Memperjuangkan pendistribusian kekayaan secara merata dan menolak adanya hak milik pribadi, lah kalo ini masyarakat Indonesia lebih setuju. Bahkan kalo bisa semuanya jadi milik pribadi. Tanah punya pemda/pemkot/negara kalo bisa jadi SHM atas nama sendiri, kalo sudah tinggal bertahun-tahun tanpa surat-surat ketika diminta kembali tanahnya pasti demo minta ganti rugi🙂
  4. Menentang segala sesuatu yang teratur, tidak mau diatur seenaknya dan semau gue. Di masyarakat banyak sekali bukti-bukti tentang hal ini. Mulai aturan lalu lintas, aturan perijinan, perkawinan, kenegaraan… bahkan berkembang aturan dibuat untuk dilanggar. LUAR BIASA.
Dari sedikit contoh tadi, serta masih banyak yang lain di masyarakat yang mungkin bisa dibantu untuk menyebutkannya ternyata ciri-ciri paham komunis sudah banyak yang bisa dijumpai di sekitar kita. Jadi komunis bukan lagi menjadi bahaya laten, tetapi sudah nyata didepan mata. Kalo mau berantas, ayoooo… mari tertib di lampu merah, mari tertib nggak nabrak marka maupun aturan yang sudah ditetapkan. Kalo mo melanggar ingat donk ma Yang Di Atas sana…🙂
CMIIW…

Categories

%d bloggers like this: